NZMATES menyediakan pendampingan teknis untuk berbagai tahapan proyek energi terbarukan untuk menjadikan proyek tersebut layak, menarik, menguntungkan secara finansial, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan.

NZMATES bekerja sama dengan PLN, EBTKE, Dinas ESDM, dan pihak lain untuk membantu pengerjaan proyek ke tahap dimana proyek tersebut layak secara komersial atau siap didanai. Tujuan NZMATES melakukan pendampingan ini adalah agar proyek tersebut menarik minat dari institusi yang lain, baik itu pemerintah, donor internasional, organisasi masyarakat ataupun perusahaan, yang dapat mengambil alih pembiayaan dan pembangunan proyek. Setelah pembiayaan didapatkan, NZMATES dapat mendukung dengan implementasi, pengawasan dan pembuatan rencana keberlanjutan.

NZMATES bekerja sebagai institusi pengembang dan pendamping dengan sumber daya manusia yang mampu untuk melakukan identifikasi, penilaian, desain dalam bidang teknik dan keterlibatan masyarakat, pencarian dana, implementasi proyek serta dukungan untuk pengoperasian dan perawatan. Di bawah ini kami sertakan contoh beberapa pendampingan yang telah atau sedang dilakukan oleh NZMATES.

PROYEK OFF-GRID

PENILAIAN DAN PEMULIHAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI PULAU TIGA

Pulau Tiga secara administratif merupakan bagian dari desa Ureng - daerah wisata dengan jarak tempuh sekitar dua jam dari Kota Ambon. Pulau ini memiliki berbagai pantai yang indah dan merupakan lokasi menyelam dan snorkeling kelas dunia. Laut Pulau Tiga menghadirkan warna – warni ikan dan keragaman biota laut lainnya.

Pada tahun 2012, Pulau Tiga mendapatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 75 kWp untuk melistriki desa Nusa Ela. Desa ini memiliki total populasi sekitar 370 orang atau hampir sama dengan 60 rumah tangga. PLTS ini berhenti beroperasi pada bulan April 2017. Sejak saat itu PLN menyediakan akses listrik melalui pembangkit listrik diesel (PLTD) yang beroperasi 12 jam sehari. Pada tahun 2019, NZMATES bekerja dengan PLN untuk melakukan penilaian teknis dan kajian sosial-ekonomi di Pulau Tiga untuk menyusun rencana rekomendasi PLTS. Kajian ini menghasilkan rekomenasi untuk mendesain ulang dan memperbarui sistem PLTS agar listrik dapat tersedia 24 jam bagi masyarakat dengan mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan. Penggunaan energy terbarukan dapat menurunkan biaya operasional, meningkatkan layanan listrik, kehandalan sistem, dan mengurangi penggunaan bahan bakar diesel.

Pada tahun 2020, pembangkit listrik tenaga surya di Nusa Ela akan menjadi proyek pertama NZMATES yang mencapai tahap implementasi di Maluku. Bekerja sama dengan PLN, implementasi proyek di Nusa Ela didanai oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru. Implementasi ini mencakup perbaikan PLTS, kegiatan pelibatan masyarakat, pengembangan kapasitas dan penyusunan rencana keberlanjutan bersama dengan PLN.

Resor Tiga Pulau

Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Nusa Ela, Pulau Tiga

 

KAJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI WISALEAN, SERAM TIMUR

Wisalean, sebuah desa di Pulau Panjang, Seram Timur, memiliki PLTS dengan kapasitas 100kWp yang dilengkapi dengan 480 kWh sistem baterai. Sistem ini dibangun pada 2012 untuk melistriki salah satu desa di pulau Panjang yang berjumlah 139 rumah. Listrik ini disalurkan melalui sistem distribusi listrik bertegangan rendah.

Sayangnya, PLTS ini berhenti beroperasi pada tahun 2018. Hal ini membuat masyarakat hingga saat ini tidak memliki akses listrik. NZMATES mengunjungi Wisalean pada April 2019 untuk melakukan kajian teknis dan sosial-ekonomi, termasuk untuk menyelidiki alasan kegagalan sistem, penilaian aset yang masih dapat digunakan, memahami kebutuhan energi masyarakat desa, dan menyusun rekomendasi sebagai bentuk tindak lanjut.

NZMATES bersama dengan PLN bekerja untuk memperbarui aset yang dapat diselamatkan dari PLTS di Wisalean, termasuk untuk memperluas jaringan dan meningkatkan sistem PLTS sehingga dapat tersedia akses listrik ke seluruh pulau Panjang.

Tim NZMATES tiba di Pulau Panjang

Penilaian Teknis di Pembangkit Listrik Tenaga Surya Pulau Panjang

 

PENILAIAN DAN DUKUNGAN UNTUK KEBERLANJUTAN DI ERERSIN, KEPULAUAN ARU

Terletak di lokasi paling timur di propinsi Maluku, Desa Erersin mendapatkan listrik dari sebuah PLTS 30 kWp yang dilengkapi dengan baterai 192 kWh. Instalasi ini didanai oleh Dinas ESDM pada Desember 2018. PLTS ini menghasilkan listrik untuk 59 rumah tangga yang ada di desa Erersin dan semua fasilitas umum, seperti sekolah, gereja, pusat fasilitas kesehatan, dan perpustakaan desa.

Tim NZMATES dating ke Erersin pada bulan November 2019 bersama dengan beberapa personil Dinas ESDM untuk melakukan penilaian kondisi PLTS, memahami model operasional yang digunakan saat ini, dan melakukan kajian ekonomi-sosial-budaya mengenai masyarakat di Erersin. PLTS Erersion masih beroperasi, meskipun teridentifikasi memiliki beberapa tantangan dalam aspek operasional, sosial, dan ekonomi. NZMATES saat ini bekerja dengan Dinas ESDM untuk menyusun rencana operasional dan manajemen untuk keberlanjutan PLTS Erersin.

Tim NZMATES, personel Dinas ESDM dan operator lokal di depan Pembangkit Listrik Erersin

Dermaga di Erersin

 

PROYEK GRID-CONNECTED

KAJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI PULAU KEI BESAR, KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Sampai saat ini, salah satu sumber listrik di Pulau Kei Besar adalah pembangkit listrik tenaga surya PLTS dengan kapasitas 200 kWp sebagai komplementer dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). PLTS ini menyediakan listrik untuk beberapa desa di pulau Kei Besar. Akan tetapi, PLTS berhenti beroperasi pada akhir 2017. Sejak saat itu, penduduk setempat menerima 18-24 jam listrik per hari yang disediakan oleh PLTD.

Untuk PLTS Pulau Kei Besar, NZMATES bertugas untuk melakukan kajian mengenai aset PLN saat ini sehingga dapat menyusun rekomendasi mengenai tindak lanjut untuk meningkatkan pasokan listrik yang ada. Kajian lapangan dilakukan pada bulan Juli 2019 untuk mengumpulkan informasi teknis dan sosial mengenai sistem PLTS, termasuk diskusi dengan para pemangku kepentingan lokal. NZMATES dan PLN bekerja sama untuk memperbarui PLTS dan inverter untuk mengurangi konsumsi bahan bakar diesel hingga 5%.

Spesialis teknis NZMATES sedang memeriksa grounding listrik di PLTS Kei Besar

Dokumentasi lengkap PLTS Pulau Kei Besar dapat diakses di Gallery [link].

 

EVALUASI MENGENAI STUDI KELAYAKAN PROGRAM ROOFTOP AMBON SOLAR

Divisi Energi Baru dan Terbarukan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EBTKE) saat ini sedang menjalankan program solar rooftop (PLTS Atap) untuk gedung-gedung pemerintah di seluruh Indonesia. Terdapat 24 bangunan di kota Ambon yang telah diperiksa kelayakan dan didesain sistem PLTSnya oleh salah satu konsultan. NZMATES mendukung Dinas ESDM untuk mengkaji studi kelayakan tersebut memberikan evaluasi dan rekomendasi. NZMATES melakukan evaluasi mengenai interkoneksi sistem, pengukuran, analisis keuangan, desain, solusi teknologi, dan aspek-aspek kunci lainnya untuk memaksimalkan nilai ekonomi dan menigkatkan efisiensi biaya dari inisiatif PLTS Atap ini.

Inisiatif PLTS Atap dimaksudkan untuk mendorong implementasi tenaga surya yang terhubung dengan sistem distribusi listrik di Indonesia, serta untuk menunjukkan manfaat teknologi panel surya.

 

DESAIN DAN INSTALASI LABORATORIUM TENAGA SURYA DI UNIVERSITAS PATTIMURA, AMBON

Salah satu tujuan NZMATES adalah meningkatkan kapasitas institusi mitra di Maluku mengenai energy terbarukan. Oleh karena itu, NZMATES juga menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan di Ambon, seperti Universitas Pattimura (UNPATTI). Saat ini NZMATES sedang merancang Laboratorium Tenaga Surya untuk UNPATTI. Laboratorium Tenaga Surya ini dapat menjadi sarana pendidikan untuk mendukung peningkatan kapasitas Universitas Pattimura dalam memberikan pelatihan energi terbarukan. Kerjasama ini juga akan dikombinasikan dengan pemberian pendampingan dalam pengembangan kurikulum dan materi pelatihan. Selain itu, Solar Lab di UNPATTI akan menjadi PLTS pertama yang terhubung dengan sistem distribusi listrik di Kota Ambon.

Pelatihan energi surya sebelumnya di UNPATTI