Latar Belakang

Maluku adalah salah satu provinsi terpencil di Indonesia yang ditempati sekitar 1,7 juta orang. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Maluku adalah provinsi paling bahagia kedua di Indonesia dan merupakan salah satu tempat yang didiami oleh populasi yang paling beragam secara budaya. Produksi Perikanan dan Pertanian Maluku adalah beberapa keunggulan kompetitif ekonomi utama di provinsi ini, termasuk produksi sebagian besar pala dunia. Namun demikian, akses ke pasar merupakan tantangan utama di hampir semua wilayah Maluku.

Maluku adalah provinsi keempat yang kurang terlistrik di Indonesia. Rasio elektrifikasinya telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, meningkat dari 70.80% pada tahun 2011 menjadi 87,12% pada tahun 2016 - 77,1% disediakan oleh perusahaan listrik nasional PLN, 9.7% dari sumber lain, dan 12.9% tidak memiliki akses - namun masih di bawah rata-rata nasional 91.16% (DJK, ESDM, 2016). Rata-rata Seram secara keseluruhan di bawah rata-rata provinsi, dengan perbedaan signifikan pada tingkat akses di berbagai bidang.

Pulau Seram, di mana keterpencilan dan medan yang berat membuat akses ke energi menjadi sulit bagi banyak orang.

Maluku dan Maluku Utara, lebih dari 99% listrik yang dihasilkan menggunakan solar, dengan hanya beberapa panel surya skala kecil mandiri. Ketergantungan bahan bakar fosil ini membuat pembangkit listrik menjadi tidak stabil, mahal (0.20 USD/ kWh, lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional sebesar 0.0739 USD/ kWh), kotor, dan tidak dapat diandalkan.

Kurangnya akses terhadap energi diidentifikasikan sebagai tantangan utama dalam mengatasi perbedaan regional baik dari sisi sosial dan dalam hal kapasitas produksiAkses terhadap energi berpotensi untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga, meningkatkan pelayanan masyarakat dan sosial serta mengaktifkan kegiatan ekonomi.  Energi Terbarukan (ET) memberikan peluang untuk hal-hal tersebut sambil membantu Indonesia untuk memenuhi sasaran perubahan iklimnya.

Tujuan dan Sasaran

Di Huahulu, Kilo 5, listrik disediakan oleh  mini-grid tenaga surya. 

Tujuan NZMATES adalah untuk meningkatkan penyerapan energi yang terjangkau, andal, dan terbarukan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan pembangunan ekonomi di Seram dan pulau-pulau sekitarnya, Provinsi Maluku, Indonesia. NZMATES akan bermitra dan berkolaborasi erat dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Direktorat Jenderal Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBTKE) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan meningkatkan akses energi.

Ringkasan Tujuan:

  • Proyek energi terbarukan di luar jaringan berjalan lancar menuju pendanaan dan implementasi
  • Proyek energi terbarukan yang terhubung dengan jaringan berjalan lancar menuju pendanaan dan implementasi
  • Keterampilan energi terbarukan diperkuat

Periode Program

April 2018 – Juni 2023

Pendekatan

NZMATES didanai oleh Kementerian Luar Negeri & Perdagangan Selandia Baru, dan diimplementasikan melalui Kemitraan tiga arah dengan Direktorat Jenderal ESDM untuk Energi Baru Terbarukan (EBTKE) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk bersama-sama mengkoordinasikan dan memberikan arahan untuk program ini. Program ini diimplementasikan oleh Perusahaan Energi Terbarukan New Zealand Infratec Ltd. adan Yayasan Mercy Corps Indonesia. Dukungan terhadap proyek ini akan mencakup bantuan diseluruh siklus pengembangan proyek energy terbarukan, sebagai contoh melalui dukungan:

  • perencanaan untuk elektrifikasi pedesaan, portofolio energi terbarukan, dan perluasan jaringan
  • cakupan proyek, identifikasi, dan penilaian, pengumpulan data, studi lapangan, peninjauan dan pemetaan sumber daya, dan identifikasi sumber daya potensial;
  • penilaian teknis, lingkungan dan social termasuk studi kelayakan, penilaian dampak lingkungan, rencana bisnis dan desain awal;
  • keterlibatan dan komunikasi masyarakat dan pemangku kepentingan, mendukung umpan balik dari masyarakat, pemberdayaan dan penyebaran informasi;
  • penulisan proposal, penggalangan dana, identifikasi mitra keuangan, investor, donor, dana publik, dan/atau keuangan bersama
  • desain dan perekayasaan proyek, dokumentasi tender, rencana kerja, dan perencanaan pelaksanaan proyek;
  • logistic proyek, pelaksanaan, instalasi, pengawasan, dan/atau komisioning (pengujian)
  • Pengembangan bisnis dan strategi dan model operasional untuk manajemen proyek, operasi dan pemeliharaan, untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.

NZMATES juga memberikan peluang untuk pelatihan, program pertukaran teknis dan interaksi antara institusi pendidikan Maluku dengan spesialis energi terbarukan dari Selandia Baru, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan baik di sektor publik dan swasta. Fokus NZMATES adalah untuk mendukung dan mengembangkan kapasitas stakeholder lokal yang akan memastikan hasil dari program akan lebih lama dari periode 5 tahun implementasi.  Selain itu, akan ada fokus yang kuat pada keterlibatan masyarakat dan pengarusutamaan gender di seluruh kegiatan, untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan menanggapi kebutuhan semua anggota masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata bagi semua.

NZMATES adalah program unik yang fleksibel dan responsif, memungkinkan tim secara berulang mengembangkan rencana kerja yang merespon kebutuhan mitra utama dan situasi yang berubah-ubah selama masa program, untuk memastikan hasil tercapai.

NZMATES dan staf PLN mengunjungi mini-grid surya di Pulau Tiga.