Mempercepat Energi Terbarukan di Maluku: Para Mitra Utama Berkumpul dalam Pertemuan Mitra NZMATES 2.0 di Ambon

Ambon, Maluku,14 September 2026 – Para pemangku kepentingan utama dari pemerintah Indonesia dan Selandia Baru, penyedia energi negara, otoritas daerah, serta institusi akademis berkumpul hari ini di Hotel Santika Ambon untuk Pertemuan Mitra NZMATES 2.0. Menyusul peluncuran resmi Fase 2 yang sukses pada hari yang sama, pertemuan ini berfokus pada penyelarasan prioritas, penetapan tanggung jawab yang konkret, dan penguatan kolaborasi multipihak guna mempercepat transisi energi terbarukan di Maluku selama enam bulan ke depan dan seterusnya.

Beralih dari Perencanaan ke Aksi

Program NZMATES (Supporting Maluku Access to Renewable Energy), yang didanai oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT) serta dilaksanakan oleh GHD bekerja sama dengan Yayasan Mercy Corps Indonesia (YMCI), kini memasuki fase kedua (2026–2031).

Saat membuka sesi tersebut, Katherine Halliburton, Konselor Pembangunan di Kedutaan Besar Selandia Baru, menekankan bahwa NZMATES 2.0 menandai peralihan dari perencanaan strategis menuju implementasi nyata.

"NZMATES 2.0 berfokus pada tindakan praktis dan kolaborasi," ujar Halliburton. "Keberhasilan dalam beberapa bulan mendatang akan bergantung pada kemitraan yang kuat, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta koordinasi praktis untuk menghadirkan hasil nyata di bidang energi terbarukan bagi masyarakat di Maluku."

Tata Kelola yang Kuat dan Kepemilikan Multipihak

Menyoroti kerangka tata kelola NZMATES 2.0, Hendro Gunawan, Koordinator Investasi dan Kerja Sama di Direktorat Jenderal EBTKE (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), memaparkan struktur koordinasi dua tingkat dalam program ini. Komite Pengarah (*Steering Committee*)—yang terdiri dari Duta Besar Selandia Baru, Direktur Jenderal EBTKE, Direktur PLN Pusat, dan Gubernur Maluku—akan memberikan pengawasan strategis, yang didukung oleh Komite Teknis yang mewakili instansi pemerintah daerah, PLN, akademisi, serta pelaksana program.

Kinanti Subrata dari Bappenas menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memfasilitasi perjanjian bilateral internasional yang mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.

Melanjutkan Keberhasilan Fase 1

Ibu Safitri, the Senior Programme Manager

Berkaca pada pembelajaran dan pencapaian dari Fase 1, Safitri Yanti Baharuddin, Manajer Program Senior NZMATES, menyoroti tonggak pencapaian utama yang menjadi landasan bagi Fase 2:

  • Kapasitas Pendidikan: Pendirian laboratorium pembelajaran dan pelatihan energi terbarukan di Universitas Pattimura (UNPATTI) dan Politeknik Negeri Ambon (POLNAM).
  • Dampak bagi Masyarakat: Revitalisasi sistem jaringan listrik tenaga surya (mini-grid) di Pulau Tiga, yang menghadirkan akses listrik 24 jam yang andal serta mencapai Indeks Keberlanjutan sebesar 97,27%.
  • Penguatan Kelembagaan: Peningkatan kapasitas teknis dan perangkat perencanaan bagi PLN MMU, Dinas ESDM Maluku, dan Bappeda Maluku.


Grant Deeney, Ketua Program untuk NZMATES 2.0 di GHD, menyampaikan bahwa NZMATES akan terus memperluas bantuan teknis, studi kelayakan, dan peluang jejaring untuk menghubungkan para pemangku kepentingan lokal di Maluku dengan inisiatif energi yang lebih luas di Jakarta.

Perspektif Mitra dan Arah Masa Depan

Dalam diskusi interaktif, para mitra daerah menyampaikan antusiasme serta memberikan masukan strategis untuk Fase 2:

  • Bappeda Maluku: Kepala Bappeda, Anton Lailossa, mengungkapkan apresiasi atas dampak yang diberikan NZMATES sejak tahun 2018. Ia mendorong eksplorasi sumber energi terbarukan yang lebih beragam—seperti tenaga air, biomassa, dan energi pasang surut—serta inisiatif ekonomi sirkular, termasuk pengelolaan limbah baterai dan infrastruktur air bersih.
  • Dinas ESDM Maluku: Kepala Bidang Energi, Said Latupono, menekankan pentingnya pelibatan PLN sejak dini dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipimpin oleh EBTKE, guna menjamin keberlangsungan operasional, pemeliharaan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
  • PLN MMU: Senior Manajer Perencanaan, Adi Purwono, menegaskan kembali komitmen PLN terhadap tujuan elektrifikasi nasional. Ia merekomendasikan koordinasi formal dengan Kementerian ESDM untuk menyelaraskan pelaksanaan Fase 2, dengan visi menjadikan Maluku sebagai Pusat Keunggulan (Centre of Excellence) nasional untuk energi terbarukan di masa depan.
  • Mitra Akademik: Prof. Dr. Dominggus Malle (Wakil Rektor UNPATTI) dan Lory M. Parera (Penjabat Direktur POLNAM) menyatakan kesiapan institusi mereka untuk menyediakan tenaga kerja lokal yang terampil dan bersertifikat, serta menjajaki program gelar baru di bidang energi terbarukan.

Menutup pertemuan tersebut, Direktur Program EBTKE RE, Tony Susanto, menegaskan kembali visi EBTKE untuk NZMATES Fase 2, yakni menghadirkan proyek-proyek berkelanjutan yang berdampak tinggi, dengan kinerja operasional jangka panjang yang melampaui tolok ukur keberlanjutan sebesar 90%.

Tentang NZMATES

NZMATES (Supporting Maluku Access to Renewable Energy Support) merupakan program bilateral unggulan yang didanai oleh MFAT Selandia Baru melalui kemitraan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM/EBTKE) Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi pemanfaatan energi terbarukan yang terjangkau dan berkelanjutan di seluruh wilayah Maluku.